Ukuran | Volume | Jumlah | Harga / Lembar | |
Plastik | Kantong | Per Kg | ||
(P x L) | Up 10 Kg | > 10 Kg | ||
17×22 cm | 50 gr | ± 150 lembar | 233.3333 | 250 |
17×25 cm | 100 gr | ± 120 lembar | 291.6667 | 312.5 |
20×25 cm | 100 gr | ± 111lembar | 315.3153 | 337.8378 |
20×29 cm | 100-200 gr | ± 95 lembar | 368.4211 | 394.7368 |
23×29 cm | 200 gr | ± 90 lembar | 388.8889 | 416.6667 |
25×34 cm | 250 gr | ± 80 lembar | 437.5 | 468.75 |
29×34 cm | 500 gr | ± 55 lembar | 636.3636 | 681.8182 |
34×40 cm | 1000 gr | ± 50 lembar | 700 | 750 |
Pembaca yang budiman sebelum kita sampaikan pernik pernik tentang alufoil, ada baiknya kita mengetahui sedikit mengenai dunia plastik
Informasi ini kami berikan sebagai pengetahuan tambahan untuk pelanggan maupun pengunjung webstore kami. Kami tidak menjual maupun memproduksi seluruh jenis plastik yang kami bahas disini, terutama jenis plastik yang digunakan untuk keperluan industri tertentu.
Plastik berasal dari bahasa Yunani yaitu plastikos artinya bahan yang bersifat elastis, dapat dibuat, diproses dan dihasilkan berbagai bentuk untuk keperluan industri. Contohnya adalah piring plastik, tabung plastik, kantong plastik, botol plastik, klise film, serat plastik, dll.
Istilah thermoplastik adalah bahan plastik jika dipanaskan dengan derajat kepanasan tertentu, maka akan mencair dan dapat dibentuk seperti aneka kantong plastik dan suku cadang mobil.
Istilah thermoset adalah bahan plastik jika telah dibuat dalam bentuk bahan padat, maka tidak dapat dicairkan kembali sehingga harus dibakar sampai habis. Contohnya adalah melamine, peralatan makan dan panel sirkuit.
Selain istilah diatas .dalam kesempatan ini kami juga membagi istilah plastik untuk kegunaan umum dan khusus sebagai berikut:
I. Plastik untuk kegunaan umum
Polypropylene (PP) adalah jenis plastik untuk kemasan makanan, perabotan rumah tangga dan bemper.
Polystyrene (PS) adalah jenis plastik untuk kemasan sabun, kemasan makanan, cangkir yang siap dibuang, piring, kotak CD dan kaset.
Polystyrene Pengaruh Tinggi / High Impact Polystyrene(HIPS) adalah jenis plastik digunakan untuk kemasan makanan dan cangkir yang dijual keliling.
Acrylic Butadien Styrene(ABS) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai rangka(casing) peralatan elektronik( misalnya monitor komputer, printer dan keyboard) dan pipa saluran.
Plyethylene terephthalate(PET) adalah jenis plastik yang digunakan untuk botol minuman carbonate, film atau klise plastik dan kemasan microwave.
Polyester (PES) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai fiber dan campuran dalam textile.
Polyamide (PA(Nylon)) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai pipa atau pancuran ledeng, bingkai jendela dan lantai.
Polyurethanes (PU) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai karet busa bantal, karet busa insulasi thermal, lapisan permukaan, roller mesin cetak (biasanya menggunakan bahan plastik, dan biasanya terdapat pada mobil).
Polycarbonate (PC) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai compact disc, kacamata, perisai, jendela pengaman, lampu lalu lintas dan lensa.
Polyvinyldene chloride (PVDC) adalah jenis plastik yang digunakan sesuai dalam kemasan makanan.
Polyethylene (PE) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai aneka kantong plastik mencakup tas supermarket, botol plastik, dll.
Polycarbonate /Acrylonitrile Butadiene Styrene (PC/ABS) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai campuran PC dengan ABS yang menghasilkan plastik sangat kuat, digunakan pada komponen interior dan eksterior mobil, dan untuk bahan mobile phone.
II. Plastik untuk tujuan dan kegunaan khusus
Polymethyl methacrylate (PMMA) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai lensa kontak, kaca jendela ( jenis kaca jendela yang sudah dikenal terdiri dari beberapa merek dagang di seluruh dunia, misalnya : Perspex, Oroglas, Plexiglas) dan penutup lampu belakang mobil.
Polytetrafluoroethylene (PTFE) (merek dagang Teflon) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai lapisan tahan panas, pelapis antigores, digunakan untuk permukaan non-stick untuk kipas, tape plumber dan slide air.
Polyethereketone (PEEK)(polyetherketone) adalah jenis plastik yang digunakan sebagi thermoplastik tahan panas dan merupakan bahan kimia dan sangat kuat, sehingga jenis plastik ini merupakan plastik yang digunakan dalam peralatan medis, dan termasuk jenis plastik yang mempunyai harga dan nilai yang mahal.
Polyethermide (PEI(Ultem)) adalah jenis plastik yang digunakan dalam industri-industri logam karena sangat tahan panas dan tidak meleleh.
Phenolic (PF)(Phenol formaldehydes) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai komponen insulasi pada peralatan listrik, produk kertas lapis (misalnya : Formica), karet busa, dll.
Urea-formaldehyde (UF) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai bahan adhesive kayu (playwood, chipboard, hardboard) dan tombol listrik di rumah.
Melamine formaldehyde (MF) adalah jenis plastik yang digunakan untuk cangkir keramik yang tidak mudah pecah, piring, mangkuk untuk anak yang tidak mudah pecah dan lapisan permukaan atas yang didekorasi untuk kertas lapis ( misalnya : formica )
Pollyactice acid (PLA) adalah jenis plastik yang dapat didaur ulang, serta ramah lingkungan dan alami, bersifat fermentasi dari berbagai hasil pertanian dan hasil daur ulangnya bisa dibuat sebagai pupuk kompos.
ALUFOIL
Aluminium Foil disebut serat kaleng dengan kegunaan dan sifat sebagai berikut:
mempunyai kegunaan sebagai kemasan untuk produk makanan, masakan, sayuran,
kosmetic maupun untuk obat obatan. Aluminium dapat menjadi pengantar listrik
yang baik dan menghalangi pencahayaan sehingga dapat menjaga aroma dan rasa dari
produk yang dilindunginya.
mempunyai sifat yang baik, yaitu non toxic dan dapat didaur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan ketimbang plastik.
mudah dibentuk dan berkerut serta tahan panas dan lemak, sehingga dapat
digunakan didalam freezer maupun microwave.
dapat digunakan untuk jangkawaktu yang lebih lama dibandingkan plastik wrapping.
bersifat kaku dan fleksibel untuk pembungkus makanan dan sayuran didalam rumah tangga maupun keperluan industry lainya
Aluminium Foil ini biasanya dijual dalam kemasan berbentuk roll beserta perforator/ pemotongnya, dalam kemasan polos dan untuk kemasan susu bubuk. ideal dikemas bersama plastik PETdalam kemasan stand up pouch .sehingga dengan kemasan ini penampilan product bisa lebih menarik perhatian konsumen.
FAQ
T: Bagaimana plastik dibuat?
J: Kebanyakan plastik komersial yang ditemukan oleh konsumen terdiri dari blok-blok pembangun karbon. Blok-blok pembangun karbon tersebut pada umumnya diambil dari bahan petroleum (minyak bumi) dan gas alam, selain itu dapat juga diambil dari batu bara atau sumber-sumber biologis lainnya. Blok-blok pembangun molekul-molekul kecil tersebut disebut dengan monomer. Untuk membuat plastik, jumlah monomer yang digunakan sangat banyak dan dikombinasikan dalam beragam kombinasi untuk memperoleh sifat dan karakter plastik tertentu. Dikarenakan sifat alami dari polimer tersebut, maka penggunaan monomer murni adalah suatu kewajiban untuk mendapatkan produk plastik yang bagus. Plastik dapat dibuat pada tekanan yang sangat tinggi dengan menggunakan gas, dalam larutan atau emulsi cairan, atau sebagai bahan yang mudah leleh. Masing-masing plastik memiliki teknik pembuatan tersendiri berdasarkan kimia tertentu yang dimilikinya. Semua sintesa kimia yang berhasil ditunjukkan dengan adanya pemurnian dari bahan mentahnya, penggunaan kembali energi bahan plastik yang sesuai jenis dan kebutuhanya.akan memberikan manfaat yang maksimal terhadap masing masing kebutuhan jenis plastik. dan diharapkan memberikan dampak negatif lingkungan yang minimal baik terhadap pelanggan maupun lingkunganya.
T: Mengapa plastik dipakai dalam kemasan?
J: Kemasan dapat dipakai untuk berbagai tujuan. Masyarakat mungkin mengira bahwa kemasan hanya bertahan beberapa menit dalam penggunaan suatu produk, namun kebutuhan sesungguhnya lebih dari itu. Kemasan harus dapat membawa produk melalui rantai distribusi yang panjang kepada konsumen sedemikian rupa. sehingga produk tetap memenuhi semua semua harapan setelah apapun yang dialaminya. Kemasan harus memungkinkan produk terlihat tetap menarik dan menyampaikan pesan estetika serta informasi. Kemasan harus melindungi produk dengan biaya rendah dan mudah digunakan dengan dampak lingkungan yang minimal. Dan kemasan harus memenuhi persyaratan peraturan yang telah ditetapkan oleh berbagai negara. Dengan seleksi yang sesuai atas jenis plastik dan kemasan, kualitas produk, dari barang elektronik yang perlu penanganan hati-hati hingga kemakanan yang sehat dan segar, dapat dijaga selama dalam proses pengiriman, penanganan packing dan penjualan. Pada banyak kasus, plastik memberikan perlindungan terbaik . sementara juga menggunakan sumber daya yang minimal dan mengurangi sampah dibandingkan bahan alternatif lainnya. Sebuah studi di Jerman menunjukkan bahwa 400% lebih bahan berdasarkan berat akan diperlukan untuk membuat kemasan jika tidak ada plastik, dan volume kemasan akan lebih besar 2 kali. Suatu studi lainnya di Eropa menunjukkan bahwa jika kemasan plastik tidak ada, beban ekstra tahunan yang dibutuhkan untuk mengganti fungsi kemasan akan menghabiskan 14,2 juta ton minyak tambahan (sama dengan satu armada kapal tangki super sepanjang 14 mil) dan menghasilkan tambahan 47,3 juta ton CO2 (sama dengan pengeluaran tahunan lebih dari 12 juta mobil). Sementara semua pengunaan kemasan terus dioptimalkan, efisiensi dari penggunaan kemasan plastik dalam menghantar produk sesuai dengan yang diharapkan produsen dan pelanggan .dan biaya yang ekonomis masih merupakan kenyataan dan fakta.
T: Mengapa kita memerlukan beragam jenis plastik?
J: Tembaga, perak, dan alumunium semuanya merupakan logam, namun masing-masing memiliki sifat unik. Kita tidak membuat mobil dengan menggunakan perak atau kaleng bir dari tembaga karena sifat-sifat dari logam-logam ini bukanlah pilihan terbaik untuk produk akhirnya. Demikian juga dengan plastik, dimana semua produk plastik saling terkait, masing-masing resin memiliki sifat yang membuatnya paling sesuai untuk aplikasi tertentu. Plastik membuat hal ini mungkin karena sebagai kelompok bahan, mereka ini sangat berguna untuk berbagai kebutuhan. Untuk penjelasan masing-masing jenis plastik bisa dilihat pada halaman produknya masing-masing.
T: Bagaimana dengan penggunaan CFC pada produk plastik?
J: ChloroFluoroCarbon (CFC) digunakan dimasa lalu untuk membuat plastik berbusa. Sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran akan lapisan ozon, para produsen polystyrere (plastik PS) secara sukarela menghilangkan penggunaan CFC diakhir tahun 1980-an.
T: Apakah senyawa-senyawa beracun digunakan untuk membuat plastik dan jika iya, bukankah hal ini membuat plastik menjadi produk yang beracun?
J: Beberapa bahan mentah yang dipakai untuk membuat plastik lebih bersifat non-reaktif pada suhu ruangan dan yang lainnya sangatlah reaktif. Misalnya, satu senyawa reaktif: ethylene digunakan untuk membuat polyethylene (plastik PE). Senyawa ini juga dapat dipakai sebagai bahan pembuat lilin, seperti lilin parafin yang dipakai untuk lilin lampu dan zat tambahan pada makanan. Meskipun tidak secara khusus beracun, ethylene bergas memiliki sifat asphyxiant yang dapat menyebabkan penyakit aspiksia, (penyakit penyebab kematian pada bayi), aktif secara kimia, dan sangat mudah terbakar. Jika dikonversikan ke plastik, sifat-sifat tersebut berubah. Plastik-plastik yang terbuat dari bahan-bahan mentah yang telah diubah ini tidak memiliki sifat yang sama dengan bahan mentahnya. EPA menyimpulkan bahwa "Terdapat sangat kecil kemungkinan bahwa kontak dengan polimer-polimer yang tidak larut air yang memiliki berat molekul tinggi, sebagai suatu kelompok, akan mengakibatkan resiko atau luka yang tidak wajar pada kesehatan manusia atau lingkungan". Molekul-molekul plastik sangatlah besar dan tidak memiliki sifat biologis yang sama dengan bahan mentah yang digunakan untuk membuatnya.
T: Apakah bahan kimia beracun termasuk dalam produk-produk plastik yang kita beli?
J: Jawaban mudahnya adalah "secara tidak sengaja". Jawaban lebih lengkapnya adalah bahwa sifat racun merupakan hal yang rumit. Garam, dan bahkan air, jika terlalu banyak dikonsumsi akan beracun bagi manusia. Padahal keduanya diperlukan untuk kesehatan dan keduanya tidak dikategorikan beracun. Anda akan beresiko jika bahan beracun masuk ke organ sensitif dengan jumlah yang cukup besar sehingga menyebabkan hal yang tidak diinginkan. Resiko kesehatan tidak timbul hanya oleh karena eksistensi zat tersebut saja. Produk-produk plastik dapat mengandung banyak zat aditif untuk merubah penampilan, seperti warna, atau untuk merubah kinerja, seperti bahan yang membuat plastik kaku menjadi lebh lembek atau lentur. Semua zat aditif untuk kemasan makanan harus lulus uji ketat memenuhi persyaratan FDA untuk zat aditif makanan tidak langsung yang dimakan ataupun tidak. Zat aditif untuk produk yang selain dari kemasan makanan memiliki persyaratan lain yang harus dipenuhi. Secara umum, jika suatu zat aditif menjadi bermasalah, harus ditemukan dan digunakan zat alternatif lainnya. Sedangkan untuk plastik itu sendiri. produsen menyadari bahwa memang merupakan kepentingan jangka panjang bagi mereka untuk memastikan bahwa plastik yang diproduksi tidak menimbulkan resiko yang berarti.
T: Mengapa plastik dipakai untuk barang-barang yang awet?
J: Barang-barang produksi memiliki umur kegunaan lebih dari 3 tahun, termasuk mobil, alat rumah tangga, komputer, dll disebut dengan barang-barang awet. Para produsen barang-barang awet memilih plastik karena berbagai alasan:
Industri mobil memilih plastik karena keawetannya, ketahanan terhadap karat, kemudahan pewarnaan dan penyelesaian akhir, ketahanan bentuk, efisiensi, biaya dan energi, serta ringan. Berat yang ringan mempengaruhi penggunaan bensin yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah untuk para konsumen. Penggunaan plastik pada bodi mobil, bersama dengan peningkatan dalam teknologi dalam pelapisan, menyebabkan mobil berumur lebih lama dari mobil-mobil yang ada sebelum penggunaan plastik yang semakin semarak pada bemper, quarter panel, dan bagian bodi lainnya.
Produsen alat rumah tangga utama menggunakan plastik karena kemudahan fabrikasinya, beragam jenis kemungkinan desain, dan insulasi termal, listrik dan akustiknya. Sifat-sifat plastik dapat secara signifikan mengurangi produksi dan konsumsi energi dan pengeluaran gas rumah kaca. Insulasi plastik dalam kulkas dan lemari pembeku membantu mengurangi biaya operasi pada konsumen.
Plastik dapat mengurangi konsumsi energi untuk industri-industri mobil, alat rumah tangga, dan bangunan dan konstruksi, sehingga memberikan penghematan dalam biaya produksi yang cukup besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar